Dalam Islam, hubungan manusia sebagai makhluk dengan Al-Khaliq (Allah Maha Pencipta) diatur pelaksanaannya melalui hukum ibadah, khususnya ibadah mahdhah yang telah ditentukan bentuk, cara, dan waktunya. Sedangkan hubungan antara manusia dan sesamanya diatur melalui hukum muamalat yang ruang lingkupnya lebih luas karena berpatokan pada kemaslahatan.
Pada kedua tataran hubungan tersebut terdapat muatan nilai ibadah yang sama pentingnya, yakni ibadah mahdhah (ritual) dan ibadah sosial. Ibadah sosial, seperti menolong orang yang dalam kesulitan, meringankan derita sesama, memberantas kemungkaran dan kezaliman di dalam masyarakat, dan sebagainya, mendapat ganjaran pahala yang setara dengan ibadah ritual. Menurut sebuah hadis, ''Barang siapa bangun di waktu pagi dan berniat menolong orang yang teraniaya dan memenuhi keperluan orang Islam, maka baginya ganjaran seperti haji mabrur.'' (HR Ibnu Hajar al-Asqalani).
Dalam hadis lain, ''Membantu mengangkat beban orang yang lemah mendatangkan pahala sama seperti pahala shalat, dan menyingkirkan gangguan dari jalan umum mendatangkan pahala seperti pahala orang yang menunaikan shalat.'' (HR Khuzaimah).
Alquran dan hadis menegaskan tentang orang-orang yang tidak mau memberi makan orang miskin, enggan memberi pertolongan, tidak baik dengan tetangga, memutuskan silaturahim, merampas hak orang lain, dianggap tidak beriman dan mendustakan agama.
Untuk menjadi seorang Muslim yang baik, kita harus memahami makna pelaksanaan ibadah dalam konteks hablum minallah dan hablum minannaas. Pada kondisi tertentu, malahan ibadah sosial memiliki keutamaan dibanding ibadah ritual. Wallahu a'lam bishawab.

Sebuah upaya kecil dalam rangka mengimplementasikan hal tersebut diatas lewat Program Bhakti Sosial Sunatan Massal Muharram 1431 Hijriah, yang insya Allah akan kami laksanakan di Yayasan Islam Anwarul Jam’iyyah (YASIAN) Kp. Cabang Dua RT. 10/4, Desa Lenggah Sari Kecamatan Cabang Bungin – Kab. Bekasi pada hari Ahad / 27 Desember 2009 – 10 Muharram 1431 Hijriah, mudah-mudahan menjadi salah satu mata rantai panjang sebuah jalinan ukhuwah.
Kegiatan yang merupakan program kerja tahunan ini telah berjalan sejak tahun 2004 dan alhamdulilLah mendapatkan respon postif dari masyarakat. Meski banyak kekurangan diberbagai aspek penyelenggaraan di tengah minimnya ketersediaan pendanaan namun tidak menyurutkan jejak langkah para aktifis PC GPII Kabupaten Bekasi.
Sebuah implementasi kecil dari ibadah sosial tengah kami jalani, sebuah perjalanan sunyi meski jauh dari ruang publikasi hanya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai niat dan langkah baik serta selalu melapangkan jalan kita dalam menapaki setiap jejak perjuangan. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar